Translate »

10 Produk Potensial Yang Ternyata Gagal Di Pasaran

sukses gagal

Saat berbicara tentang kemajuan teknologi, perkembangan bisnis, dan inovasi, sebuah terobosan baru harus dibentuk sedemikian rupa agar bisa dengan baik diterima oleh masyarakat. Dari sana, keuntungan akan mengalir dengan sendirinya.

Pics: http://media.idownloadblog.com

Inovasi boleh saja mengangkat konsep yang tadinya tidak terpikirkan ke permukaan sebelum akhirnya ditentukan nasib produk tersebut oleh pasar konsumen. Beberapa perusahaan besar dunia telah membuktikan diri dengan keberhasilannya mengolah suatu produk inovasi menjadi sebuah mesin uang misalnya saja Apple dengan iPhone, iPad dan produk lainnya yang sangat digilai oleh banyak sekali konsumen di berbagai tempat di belahan dunia.

Namun dibalik sebuah keberhasilan yang luar biasa tersebut, ada juga produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan dunia lainnya yang ternyata tidak sesuai dengan selera pasar sehingga menjadikannya gagal bertahan lama. Kegagalan sendiri bisa datang dari berbagai faktor misalnya produk dianggap membosankan, terlalu mahal, terlihat aneh atau tidak mempunyai fungsi yang berarti sama sekali. Namun jika perusahaan yang menghasilkan produk tersebut tidak lebih hati-hati dalam membuat produk lainnya dan menganalisa pasar dengan lebih teliti, bisa jadi juga nasibnya akan sama dengan produk gagal yang dihasilkan.

Berikut adalah 10 produk dengan potensi besar namun gagal di pasaran yang dilansir dari TheRichest:

10. Heinz EZ Squirt Ketchup

Pics: http://i.telegraph.co.uk

Ketchup atau saus tomat memang banyak digemari sebagi pendamping hidangan yang lezat dan Heinz sudah lama dikenal sebagai pemain besar di segmen ini. Namun nyatanya, di tahun 2000-an, Heinz pernah membuat kreasi saus tomat dengan warna ungu dan hijau yang lebih terlihat menjijikan dan tidak disukai di pasaran. Anak-anak mungkin menyukai warnanya, namun jumlah konsumen yang tidak menyukainya jauh lebih banyak dan produk inipun akhirnya distop produksinya.

9. Google Plus

Pics: http://allthingsd.com

Sebagai raksasa teknologi dunia, nama Google tidak bisa dianggap kacangan. Banyak dari produk yang dihasilkan merupakan sukses besar di pasaran, namun mungkin tidak dengan Google Plus atau G+. Produk yang ditujukkan untuk menghubungkan platform di dunia maya dengan media sosial ini dianggap teralu rumit untuk digunakan dan tidak memiliki nilai lebih yang membuatnya kalah bersaing dengan platform media sosial lainnya. Dengan hanya menguasai sekitar 0.25 persen dari penggunaan media sosial, boleh dibilang produk ini tidak terlalu berhasil.

8. Coors Rocky Mountain Sparkling Water

Pics: https://rmsbunkerblog.files.wordpress.com

Coors merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi bir. Dengan memiliki akses untuk mendapatkan air bersih, proses produksi yang memadai serta keahliannya dalam memproduksi minuman di dalam botol, menjual air mineral seharusnya tidak sulit untuk mereka. Nyatanya, banyak konsumen yang bingung untuk membedakan bahwa ini adalah air mineral yang dijual dan bukanlah bir. Mungkin saja, jika proses pembuatan botolnya tidak dibuat mirip, produk ini masih bisa diterima masyarakat dengan lebih baik.

7. Cosmopolitan Yoghurt

Pics: https://freakyfreshmarketing.files.wordpress.com

Majalah Cosmopolitan sangat menarik untuk dibaca dan memiliki banyak penggemar setia. Namun saat perusahaannya memutuskan untuk memproduksi yoghurt di tahun 1999, hasilnya sangat mengecewakan.

6. Segway

Pics: http://electrictourcompany.com

Dengan inovasi desain dan fungsi, Segway seharusnya bisa menjadi moda transportasi yang banyak disukai di pasaran. Nyatanya, Segway tidak cukup ‘menjual’ di pasaran dan harganya yang terbilang mahal, USD 3,000 saat peluncuran membuatnya sulit untuk mendapatkan angka penjualan yang tinggi.

5. Harley Davidson Perfume

Pics: http://www.fragrancex.com

Banyak artis Hollywood dan produsen mobil sport membuat lini parfum mereka sendiri, mengapa tidak dengan Harley Davidson? Sebenarnya, Harley Davidson yang banyak dikenal karena motor mewahnya yang gagah pernah memproduksinya dan hasilnya cukup mengecewakan. Boleh jadi, ini merupakan contoh kegagalan pembuatan produk karena kurangnya pengertian akan pasar dan image dari merek yang dimilikinya.

4.Pepsi A.M. dan Crystal Pepsi

Pics: http://www.hosslife.com

Di tahun 1980-an, Pepsi pernah meluncurkan dua produk yang dinilainya menjanjikan. Sebuah minuman kola yang bisa diminum saat sarapan dan minuman kola yang memiliki warna transparan. Faktanya, keduanya gagal total karena pasar yang ditujunya hampir tidak ada dan kedua produk tersebut akhirnya dihentikan produksinya.

3. Pakaian Dalam Bic

Pics: http://cdn.shopify.com

Bic adalah sebuah perusahaan yang telah dikenal luas untuk produk berupa pulpen dan korek api. Keputusannya untuk meluncurkan produksi pakaian dalam terdengar sangat aneh dan memang tidak berhasil sama sekali.

2. Microsoft Zune

Pics: http://lpost.ru/wp-content

Jika Anda berpikiran untuk membuat sebuah produk untuk melawan Apple iPod di pasaran, pastikan produk tersebut keren, mudah digunakan, dan banyak disukai oleh konsumen. Microsoft dengan Zune produksinya tidak berhasil mencapai target tersebut dikarenakan masalah seperti kompatibilitas, crash, glitch, format file dan yang paling penting, tidak adanya faktor ‘keren’ saat menggunakannya. Microsoft yang tidak kehabisan akal menambah biaya marketingnya hingga dua kali lipat agar Zune bisa diterima masyarakat, sayangnya, kerugian yang diderita karenanya mencapai USD 1.3 milyar tahun di tahun itu.

1. New Coke

Pics: http://www.cocacolaweb.fr

Coca Cola merupakan sebuah perusahaan yang menjadi market leader dalam produknya, minuman kola. Dengan konsumen yang sudah sangat banyak, Coca Cola memnciptakan rasa baru yang hampir saja menghancurkan seluruh perusahaannya. Mereka akhirnya kembali membuat kola dengan rasa yang sudah banyak disukai dan akhirnya perusahaanpun terselamatkan. Sayangnya, keputusan untuk membuat produk yang dinamakan New Coke ini hampir pasti muncul di setiap pelajaran bisnis dimanapun sebagai suatu kegagalan management yang terbilang fatal.

Demikianlah beberapa produk yang diluncurkan ke pasar namun tidak berhasil bertahan.

Bisa dilihat bahwa perusahaan dengan nama besar dan pengetahuan yang dalam di bidangnya belum tentu selalu berhasil menghasilkan sesuatu yang menjual di pasaran.

Beberapa produk diatas boleh dijadikan contoh bahwa pemahaman akan produk dan pasar sangatlah penting sebelum memutuskan untuk menghasilkan sebuah produk dan menjualnya di pasaran.

Semoga informasi tersebut bermanfaat. Sukses selalu untuk semua pembaca Gosocio!

Source: TheRichest

facebooktwittergoogle_plus

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus