Translate »

15 Pembelian Terburuk Real Madrid

Gosocioers pencinta sepak bola pasti sudah tidak asing lagi dengan Real Madrid.

Ya, sebagai salah satu klub paling berprestasi dan terkenal di dunia, Real Madrid memiliki jutaan fans di seluruh dunia. Tidak mengherankan, dengan reputasinya sebagai klub besar, banyak pemain kelas wahid seperti Zidane, Ronaldo, Beckham, serta pelatih-pelatih top dunia yang pernah bermukim disana, sebut saja Jose Mourinho, Carlo Ancelotti dan masih banyak lagi.

Namun, dengan manajemen tim yang terstruktur serta susunan pemain yang sedemikian hebat, bukan berarti Real Madrid tidak pernah melakukan kesalahan dalam bursa transfer. Banyak jumlah uang yang dikeluarkan namun hasilnya tidak sesuai dengan hasil yang didapatkan dari beberapa pemain yang didatangkan. Berikut adalah 15 pembelian terburuk Real Madrid versi Goal.com:

Nicolas Anelka (Dari Arsenal – 34.5 Juta Euro), 1999

Pics: http://sokkaa.com

Real Madrid mengambil risiko besar saat merekrut pemuda asal Perancis yang sangat berbakat tetapi tempramental ini di tahun 1999. Di tahun itu, Anelka mungkin berhasil menciptakan gol pertamanya di pertandingan ‘El Clasico’ dan menceploskan dua gol di semifinal Champions League melawan Bayern Munich, namun secara keseluruhan, hanya 7 gol yang berhasil dikemasnya musim itu. Dengan banderol yang terhitung tinggi, performa tersebut tidaklah memuaskan, ditambah lagi dengan hukuman 45 hari yang diberikan klub kepadanya karena menolak untuk latihan yang membuatnya harus terdepak ke PSG di musim berikutnya.

Elvir Baljic (Dari Fenerbahce – 26 Juta Euro), 1999

Pics: http://www.kaisermagazine.com

Manajer Real Madrid di tahun itu, John Toshack disebut bertanggung jawab atas beberapa pembelian gagal Real Madrid, salah satunya adalah pembelian Elvir Baljic. Toshack yang terkesima dengan penampilan Baljic saat masih bekerja di Turki lah yang merayu presiden klub untuk membeli pemain ini kala itu. Kedatangannya diwarnai dengan cedera lutut, sayangnya, saat kondisinya fit, performanya tidak berada pada level yang diharapkan sehingga ia harus tersingkir dan kembali dipinjamkan ke klub lamanya, Fenerbahce di musim berikutnya.

Antonio Cassano (Dari AS Roma – 5 Juta Euro), 2006

Pics: http://e00-marca.uecdn.es

Uang transfer Cassano mungkin tidak begitu besar, namun dengan talenta yang dimilikinya saat itu, sangat disayangkan bahwa ia hanya mempersembahkan 1 gol dari 7 penampilan saja. Terlepas dari performa di lapangan, kelakuannya di luar lapangan serta masalah dengan diet menjadikannya penghuni ruang ganti Real Madrid hanya sebentar saja.

Danilo (Dari FC Porto – 31.5 Juta Euro), 2016

Pics: https://cdn.images.express.co.uk

Sebagai pembelian mahal di posisi pemain belakang, Danilo pernah mengeluhkan bagaimana media sangat menyoroti performa seorang pemain hingga celah terkecil. Jika bermain baik maka akan dipuja, sebaliknya, akan dicemooh bila bermain buruk, hal ini berlaku pada pemain bintang sekalipun. Sayangnya, talenta menjanjikan mantan pemain Porto ini tidak begitu keluar sehingga ia kesulitan untuk menembus skuad utama.

Royson Drenthe (Dari Feyenoord – 14 Juta Euro), 2007

Pics: https://statics.sportskeeda.com

Satu lagi pemain yang keseriusannya bermain dipertanyakan setelah transfer besarnya ke Real Madrid. Pemain muda penuh bakat asal Belanda ini gagal bersinar terutama saat penampilan buruknya dihadiahi cemoohan oleh suporter klub. Dengan rasa ‘ketakutan’ yang berlebihan, permainannya pun tidak pernah mencapai lebel maksimal. Setelah ‘dibuang’ ke beberapa klub, Drenthe pun memilih untuk pensiun di usia 29 tahun untuk fokus di bidang musik Rap.

Michael Essien (Dari Chelsea – Pinjaman), 2012

Pics: http://i.dailymail.co.uk

Sebagai salah satu pemain kesayangan Jose Mourinho di Chelsea, tidak mengherankan bila ia dibawa saat sang pelatih menukangi Real Madrid. Sayangnya, performa top Essien sudah tidak sebaik dahulu dan pemain Madrid pun banyak yang kurang begitu memberikan support untuk kehadirannya. Keduanya pun akhirnya meninggalkan Real Madrid di akhir musim dengan catatan yang tidak terlalu istimewa.

Julian Faubert (Dari West Ham – Pinjaman), 2009

Pics: http://e00-marca.uecdn.es

Transfer pemain ini sebenarnya tidak dapat dibilang buruk namun dapat dikategorikan sebagai yang paling aneh. Dunia sepak bola mungkin terkejut dengan keputusan klub untuk merekrutnya di bulan Januari tahun itu. Lebih aneh lagi, pemain ini lebih banyak menghiasi bangku cadangan karena kekonyolan yang dibuatnya seperti tidak hadir pada satu sesi latihan karena Ia mengira hari itu libur. Masa pinjamannya pun akhirnya tidak dipermanenkan.

Thomas Gravesen (Dari Everton – 3.4 Juta Euro), 2005

Pics: http://img.panditfootball.com

Gravesen dikenal akan permainan kerasnya selama membela Everton, hal itu pulalah yang sebenarnya dibutuhkan oleh skuad Fabio Capello untuk melengkapi timnya yang berisikan pemain-pemain mega bintang. Sayangnya, aksi permainan keras Gravesen dilakukan tidak hanya pada pertandingan, tetapi juga pada rekan setimnya saat latihan, yang paling terkenal adalah tekel kerasnya kepada Robinho. Dengan sikap yang demikian, sang pelatih pun memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasanya dan Iapun dilego ke klub Glasgow Celtic.

Kaka (Dari AC Milan – 65 Juta Euro), 2009

Pics: http://cdn.caughtoffside.com

Tidak mengherankan bila klub sekelas Real Madrid berani memecahkan rekor transfer saat merekrut Kaka, pemegang Ballon d’Or saat itu, pada usia 27 tahun, dan dalam performa terbaik dalam karir sepakbolanya. Harapan besarpun diberikan untuk menjadi tandem yang ideal bagi mega bintang lainnya, Cristiano Ronaldo, yang datang di waktu yang hampir bersamaan. Sayangnya, cedera kerap menghantui performa Kaka sehingga membuat penampilannya tidak maksimal. Kedatangan manajer Jose Mourinho dan playmaker baru Mesut Ozil kala itu semakin membuatnya tersingkir dari perannya di tim utama.

Pedro Leon (Dari Getafe – 10 Juta Euro), 2010

Pics: https://lvironpigs.files.wordpress.com

Pedro Leon bisa jadi merupakan pembelian aneh lain yang pernah dilakukan Real Madrid. Kisahnya di lapangan hanya sedikit, namun kisah di luar lapangan serta perseteruannya dengan manajer Jose Mourinho bisa jadi lebih banyak diingat oleh fans klub saat itu. Etos kerja yang buruk membuatnya tersingkirkan dari tim dan akhirnya Iapun ‘dikembalikan’ ke klub lamanya sethun setelah transfernya ke Bernabeu.

Robert Prosinecki (Dari Red Star – 15 Juta Euro), 1991

Pics: http://www.yoursoccerworld.com

Prosinecki datang sebagai juara Eropa bersama Red Star dan Iapun dinilai sebagai salah satu prospek paling bersinar asal Balkan kala itu. Sayangnya, penampilannya bersama Real Madrid tidak bersinar dan Iapun tidak begitu dicintai di klub itu. Terlebih lagi setelah keputusannya untuk meninggalkan Madrid menuju ‘Catalunya’ di tahun 1995 yang tentunya semakin membuat geram para pendukung setia Madrid.

Walter Samuel (Dari AS Roma – 25 Jute Euro), 2004

Pics: http://colgadosporelfutbol.com

Datang dengan julukan ‘The Wall’ (Tembok) dari AS Roma, sudah pasti kehadirannya diharapkan bisa memperkuat lini belakang Real Madrid saat itu. Sayangnya, permainannya di lapangan tidak mencerminkan julukannya itu selama membela Real Madrid. Sang pelatih, Fabio Capello memberikan pembelaan bahwa mungkin saja Ia datang di saat yang salah, terlepas dari itu, Samuel pun akhirnya dilego dan kembali menemukan tajinya sebagai pemain kelas dunia saat Ia membela Inter Milan.

Javier Saviola (Dari Barcelona – Gratis), 2007

Pics: http://www2.pictures.gi.zimbio.com

Saviola menyeberang dari Barcelona ke Real Madrid, sebuah keputusan yang sangat berani. Sayangnya, Ia tidak dapat menunjukkan permainan terbaiknya kala membela skuad Madrid dan akhirnya tersingkir dari perebutan posisi lini depan yang dihuni Robben, Higuain, Robinho, serta Ruud Van Nistelrooy. Dengan 5 gol saja dari beragam pertandingan yang Ia lakoni, Iapun akhirnya pindah ke klub Portugal, Benfica.

Jonathan Woodgate (Dari Newcastle – 18.3 Juta Euro), 2004

Pics: http://i.dailymail.co.uk

Woodgate boleh jadi merupakan kisah sedih seorang pemain belakang yang bergabung dengan Real Madrid. Didatangkan dari Inggris dengan reputasi yang baik, Ia harus menepi selama semusim penuh karena cedera paha yang dideritanya dan gagal dideteksi oleh tim doktor Real Madrid. Saat melakoni debutnya setahun kemudian menghadapi Athletic Bilbao, Ia menciptakan gol bunuh diri serta diganjar kartu merah. Meski demikian, publik Bernabeu memberikan standing ovation saat Ia meninggalkan lapangan, sebuah catatan yang cukup positif, sayangnya, merekapun tidak keberatan saat Ia harus pergi dari klub setelah hanya bermain sebanyak delapan kali.

Ze Roberto (Dari Portuguesa – 9 Juta Euro), 1997

Pics: http://www.futbolprimera.es

Ze Roberto datang dengan talenta besar dan karir yang cukup bersinar kala itu. Sayangnya, Ia kurang mendapatkan waktu bermain dan impiannya untuk tampil di Piala Dunia 1998 bersama Brasil membuatnya mencari waktu bermain yang lebih layak di klub lain. Dengan ketatnya persaingan di tim utama, Iapun memilih hijrah ke Flamengo di paruh musim, ironisnya, Real Madrid menjadi juara Eropa di tahun itu. Ze Roberto kembali mencicipi atmosfer sepak bola erpoa dengan karir yang cukup mentereng, terutama saat ia membela Bayern Munich.

Demikianlah 15 pembelian terburuk dari klub Real Madrid versi Goal.com. Bagaimana menurut Anda, apakah ada pemain lain yang juga layak masuk dalam list ini?

Source: Goal.com

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"


200-125 200-125 exam 200-125 pdf 200-125 200-125 exam 200-125 pdf IY0-120 EX0-118 HP5-K03D HP0-J64 ACA001 QAW1301 GB0-363 HP0-661 000-M72 080-888 A2090-733 E20-465 1Z1-510 MOS-EXP2002 ST0-093 P_SD_64 HP2-N49 HP0-P14 1Z0-414 HP0-P22 JN0-140 000-M230 C2140-637 TM12 LOT-440 P6040-018 HP2-B96 000-899 HP2-E30 EE0-071 C2170-009 VCS-271 RF0-001 1T6-222 A00-280 CBAP JK0-015 HP0-262 CTS-I HP2-E57 HP2-056 E20-001 HP2-H11 642-582 050-ENVCSE01 C_TCRM20_72 1Z1-854 ZJN0-360 650-312 CGEIT ST0-141 646-206 HP2-H30 1Z0-212 FC0-U51 1Z0-223 VCP310-UP-VCP410 251-521 C_HANATEC141 ACSO-L2-REVGEN-02 1Y0-456 ISEB-ITILF 000-170 CAT-200 920-440