Translate »

Claudio Marchisio, Pangeran Kecil Keberuntungan Juventus

Siapa yang mengenalnya saat masih dipinjamkan ke Empoli, klub kecil Italia ?! Namun kesungguhan dan bakat sederhana yang diperlihatkannya, membuat dirinya kini menjadi salah satu gelandang impian setiap tiap di Italia bahkan Eropa. Claudio Marchisio lahir, tumbuh dan besar di Turin. Menimba ilmu di akademi Juventus, mengenakan nomor 10 akademi, lalu naik ke tim utama, gelandang Italia itu selalu setia pada panji kebesaran hitam-putih Bianconeri. Salah satu idola para Juventini ini menyandang julukan Il PrincipinoSi Pangeran Kecil.

pic : a2.fssta.com

Marcello Lippi, pelatih yang mengatarkan Italia juara Piala Dunia, pernah berkata tentang Andrea Pirlo – yang musim panas kemarin memutuskan hengkang dari Juventus – bahwa dia adalah “seorang pemimpin di balik bayangan yang sanggup menciptakan perbedaan.” Penilaian yang sama mungkin bisa diberikan untuk Marchisio.

pic : s-media-cache-ak0.pinimg.com

Sama seperti Pirlo, pemain bernomor punggung 8 di Juventus ini, juga sosok teladan berkat kedisiplinan dan ketegarannya. Marchisio juga menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi. Selama bertahun-tahun, berbagai godaan dari Premier League tak pernah berhasil membuat pemain kelahiran 19 Januari, 29 tahun silam ini berpindah ke lain hati. Pemilik 54 caps untuk Timnas Italia ini selalu setia pada Bianconeri, yang seragamnya sudah dia pakai sejak masih kecil.

pic : worldsoccertalk.com

Pirlo adalah maestro di lini tengah Juventus selama periode 2011 – 2015. Setelah Pirlo hengkang, Juventus gagal mencari pengganti yang sepadan. Pelatih Massimiliano Allegri pun membuat Marchisio bermain di luar posisi aslinya, memberi peran yang sebelumnya dikuasai Pirlo. Marchisio diplot sebagai regista, peran pengatur tempo dan pembangun serangan di depan lini pertahanan. Tidak ada komplain sedikit pun dari Marchisio. Meski harus beradaptasi dengan posisi asing ini, dia justru seperti tertantang.

pic : 38.media.tumblr.com

Awalnya, Hernanes, yang direkrut dari sang rival Inter Milan, diproyeksikan untuk memainkan peran Pirlo. Namun, gelandang Brasil itu gagal memenuhi harapan Si Nyonya Tua. Mario Lemina pun terlihat masih mentah untuk tugas tersebut, usia muda dan adaptasi mungkin menjadi kendalanya. Maka kepada Marchisio lah tanggung jawab itu dilimpahkan. Meski tidak sekreatif Pirlo, namun Marchiso selalu mampu menjadi penyeimbang.

pic : provenquality.cdn.speedyrails.net

Marchisio mungkin tak memiliki gaya permainan se – elegan seperti Pirlo, tapi dia bisa menampilkan permainan yang sama efektifnya. Ia selalu bergerak seperti Gennaro Gattuso nya Ac Milan. Badannya kurus, lebih terlihat ringkih. Kerap melakukan long shoot yang berbuah gol kejutan. Bukan seperti Gerrard yang luar biasa atau Lampard yang punya paru – paru banyak.

pic : everyguyed.com

Karakternya tenang, berbeda dengan gelandang asal Italia yang mudah meledak macam De Rossi atau Ambrossio. Tak selincah Antonio Nocerino memang. namun pergerakan dan position nya selalu tepat. Marco Tardelli, gelandang asal Italia dan Juventus era 1970 – an, mungkin sosok yang cukup setara dengan gaya mainnya. Namun, kemampuan sederhana Marchisio dalam mengatur permainan dengan operan-operan pendek nan akurat membuat Juventus mendapatkan tempo permainan yang sangat mereka butuhkan.

pic : lollydoodle.ca

Dengan begini, berarti keunggulan Marchisio sebagai box-to-box midfielder terpaksa ditekan, karena dia harus lebih disiplin dalam memainkan peran sebagai seorang regista. Kebiasaan Marchisio naik sampai kotak penalti lawan mulai tidak terlihat lagi. Jadi, tidak heran jika dia belum mencetak satu gol pun musim ini.

pic : www.dirtbunny.net

Mungkin itu sebabnya kenapa Juventus gencar berburu regista baru di bursa Januari. Dengan begitu, Allegri bisa mengembalikan Marchisio ke posisi aslinya. Ever Banega milik Sevilla dan Isco yang berseragam Real Madrid, serta Oscar nya Chelsea, disebut-sebut sebagai calon rekrutan potensial.

pic : 40.media.tumblr.com

Pemilik 350 caps lebih untuk Juve ini sempat dibelenggu cedera di awal musim, tapi dia sudah berhasil melewatinya. Kembalinya Marchisio pun bersamaan dengan kebangkitan Juventus. Kehadiran pemain bertinggi 180 cm ini seperti selalu membawa keberutungan bagi Juventus. Dalam 16 laga di mana Marchisio jadi starter musim ini, Juventus membukukan 11 kemenangan, empat hasil imbang dan cuma sekali kalah – melawan Sevilla di Liga Champions.

pic : metrouk2.files.wordpress.com

Bintang anyar Paulo Dybala mungkin menyita perhatian dengan aksi heroik nya, Mandzukic berkat gol – gol yang diciptakannya, Alvaro Morata karena ketampanannya, sedangkan Paul Pogba mendapatkan sorotan berkat nomor keramat yang diwarisinya. Buffon boleh menyandang Captain selepas Del Piero, danĀ Chiellini sebagai wakilnya. Namun, meski jarang terekspos, tak perlu diragukan lagi Marchisio adalah bagian integral dalam permainan Si Nyonya Tua.

Sekian bahasan mengenai Claudio Marchisio, nantikan bahasan mengenai pemain – pemain berbakat yang lain selanjutnya.

Source: Dari Berbagai Sumber

 

facebooktwittergoogle_plus

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus