Translate »

Bahayanya Terlalu Sering Mengkonsumsi Mi Instan

mi instan

Mi instan

Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, menyantap mi instan bukanlah sebuah hal baru. Uniknya lagi, semakin hari semakin banyak pula jenis mi instan yang berkembang dan dijual dengan bebas di masyarakat, termasuk juga mi instan dengan merek dagang internasional asal Korea Selatan dan Jepang.

Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mi instan memang praktis, lezat, terjangkau, dan mudah didapat. Namun bahaya yang mengintai akibat dari terlalu sering mengkonsumsi mi instan juga tidak sedikit. Beberapa akibat yang sangat memungkinkan untuk terjadi antara lain stroke dan penyakit jantung.

Risiko ini diungkap di dalam sebuah penelitian di Korea Selatan dan dipublikasikan di sebuah Journal of Nutrition. Menurut penelitian para ahli dari Harvard School of Public Health di Boston, orang yang gemar mengkonsumsi mi instan juga lebih rentan terhadap ancaman diabetes.

Orang-orang sedang menyantap mi instan Pics: http://blogs.kqed.org

Orang-orang sedang menyantap mi instan Pics: http://blogs.kqed.org

“Meski mi instan sangat praktis dan enak, ada kemungkinan bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik karena mengandung garam yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, serta gula yang tidak sehat,” ujar seorang peneliti, Hyun Shin seperti dikutip dari Livescience.

Menurut Science Daily, hasil pengamatan pada 11.000 orang dewasa usia 19-64 tahun di Korea Selatan menunjukkan tingkat konsumsi mi instan sebanyak 2 kali sepekan khususnya pada wanita meningkatkan risiko sindrom metabolik dibandingkan dengan yang mengonsumsinya kurang dari 2 kali sepekan atau yang tidak mengkonsumsi sama sekali.

Peningkatan risiko bahkan tetap terjadi meski konsumsi mi instan juga diimbangi dengan gaya hidup sehat. Memiliki berat badan ideal dan rutin melakukan aktivitas fisik tidak menjamin seseorang terhindar dari peningkatan risiko akibat mengkonsumsi mi instan yang berlebihan.

Saran yang diberikan untuk menghindari risiko sindrom metabolik bagi mereka yang sangat menyukai mi instan adalah, “Pertama, jangan dikonsumsi setiap hari. Kedua, kendalikan porsinya,” ujar Prof Lisa Young, nutrisionis dari New York University yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Source: Detik

Tagged with:     , , , , , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"


200-125 200-125 exam 200-125 pdf 200-125 200-125 exam 200-125 pdf IY0-120 EX0-118 HP5-K03D HP0-J64 ACA001 QAW1301 GB0-363 HP0-661 000-M72 080-888 A2090-733 E20-465 1Z1-510 MOS-EXP2002 ST0-093 P_SD_64 HP2-N49 HP0-P14 1Z0-414 HP0-P22 JN0-140 000-M230 C2140-637 TM12 LOT-440 P6040-018 HP2-B96 000-899 HP2-E30 EE0-071 C2170-009 VCS-271 RF0-001 1T6-222 A00-280 CBAP JK0-015 HP0-262 CTS-I HP2-E57 HP2-056 E20-001 HP2-H11 642-582 050-ENVCSE01 C_TCRM20_72 1Z1-854 ZJN0-360 650-312 CGEIT ST0-141 646-206 HP2-H30 1Z0-212 FC0-U51 1Z0-223 VCP310-UP-VCP410 251-521 C_HANATEC141 ACSO-L2-REVGEN-02 1Y0-456 ISEB-ITILF 000-170 CAT-200 920-440