Translate »

Gadget Sebagai Sarana Belajar Anak

Macam-macam gadget Pics: http://www.pokeyournose.com

Macam-macam gadget Pics: http://www.pokeyournose.com

Perkembangan teknologi yang sangat cepat akhir-akhir ini tentu saja menghadirkan semakin banyak kemudahan dalam hidup kita. Ambil contohnya sebuah gadget. Dengan satu telepon pintar saja, kegiatan sehari-hari seperti membuat catatan, melihat jadwal di kalender, mengirim email, maupun mengakses internet dapat dengan mudah dilakukan.

Tidak ketinggalan dengan anak-anak. Pengaruh gadget pada anak-anak dimasa sekarang sangatlah besar. Sejak kecil, mereka menjadi terbiasa untuk menggunakan gadget walaupun hanya sebatas bermain game ataupun menonton kartun saja. Banyak yang beranggapan bahwa anak-anak yang sudah fasih dengan teknologi adalah anak-anak yang cerdas, tapi apakah benar demikian? Apakah bahaya yang mengintai?

Anak-anak sedang asik dengan gadgetnya Pics: http://www.aspirantsg.com

Anak-anak sedang asik dengan gadgetnya Pics: http://www.aspirantsg.com

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli “Pengenalan perangkat berbasis komputer pada anak secara tidak langsung menuntut anak menjadi pribadi yang adaptif. Adaptif adalah suatu kondisi di mana anak harus siap menerima tuntutan yang ada saat ini”.

Iapun menambahkan, “Memperkenalkan gadget pada anak sejak dari lahir boleh-boleh saja. Tapi ingat, fungsi memperkenalkan itu sebagai sarana belajar, bukan sebagai baby sitter,” kata Roslina dalam acara Bebenutri Plus Untuk Bantu Optimalkan Asupan Gizi Anak.

Ternyata, pemanfaatan gadget pada anak sebagai media belajar sebenarnya merupakan sebuah hal yang positif karena dapat membantu anak dalam membentuk stimulasi visual dan audionya selama penggunaan gadget oleh anak-anak tidak berlebihan (dalam waktu yang terlalu lama).

Pemakaian gadget yang terlalu lama, terutama pada anak-anak tentu memiliki efek yang membahayakan. Misalnya, jika anak duduk terlalu lama, maka dapat menimbulkan obesitas pada anak. Perkembangan anak juga ditentukan oleh banyaknya gerakan sehingga penggunaan gadget yang mengurangi tuntutan untuk bergerak dapat bedampak negatif.

Pics: http://gelsantosrelos.typepad.com

Pics: http://gelsantosrelos.typepad.com

Asosiasi Dokter Anak di Amerika merekomendasikan bahwa seorang anak tidak boleh menatap layar komputernya lebih dari 1 sampai 1,5 jam untuk anak pra sekolah.

Tujuan utama yang harus selalu diingat oleh orang tua anak adalah sebagai sarana belajar, bukan untuk menenangkan anak saat sedang rewel atau menjadi baby sitter mereka.

 

Permainan berikut tidak kalah menariknya dengan game di dalam gadget dan dapat juga membantu tumbuh kembang anak. Untuk keperluan anak Anda, bisa dilihat di halaman berikut.

Source: Liputan6

 

Tagged with:     , , , ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"


200-125 200-125 exam 200-125 pdf 200-125 200-125 exam 200-125 pdf IY0-120 EX0-118 HP5-K03D HP0-J64 ACA001 QAW1301 GB0-363 HP0-661 000-M72 080-888 A2090-733 E20-465 1Z1-510 MOS-EXP2002 ST0-093 P_SD_64 HP2-N49 HP0-P14 1Z0-414 HP0-P22 JN0-140 000-M230 C2140-637 TM12 LOT-440 P6040-018 HP2-B96 000-899 HP2-E30 EE0-071 C2170-009 VCS-271 RF0-001 1T6-222 A00-280 CBAP JK0-015 HP0-262 CTS-I HP2-E57 HP2-056 E20-001 HP2-H11 642-582 050-ENVCSE01 C_TCRM20_72 1Z1-854 ZJN0-360 650-312 CGEIT ST0-141 646-206 HP2-H30 1Z0-212 FC0-U51 1Z0-223 VCP310-UP-VCP410 251-521 C_HANATEC141 ACSO-L2-REVGEN-02 1Y0-456 ISEB-ITILF 000-170 CAT-200 920-440