Translate »

Ikan Air Tawar dan Ikan Air Laut, Manakah Yang Lebih Baik Gizinya?

Di dunia ini terdapat dua jenis ikan yaitu ikan air laut dan ikan air tawar. Persamaanya adalah jenis ikan yang boleh dikonsumsi tentulah ikan yang baik dan tidak beracun. Namun ternyata  ada perbedaan dalam kandungan gizi kedua jenis ikan yang hidup di air tawar atau di air laut.

Pics: masteringbiology.blogspot.com

Jika begitu, dalam hal kandungan gizi, manakah yang lebih baik? Air tawar atau air laut? Prof Ir Ahmad Sulaeman akan menjawabnya.

Prof Ir Ahmad Sulaeman, PhD di sela-sela ‘Jelajah Gizi Bersama Sari Husada’ di Minahasa, Sulawesi Utara mengatakan “Lebih bagus air laut. Ikan laut dalam terutama, kandungan DHA dan EPA-nya sangat tinggi yang berguna untuk perkembangan janin dan juga otak”.

Lalu Prof Ahman melanjutkan contoh dalam ikan laut adalah ikan cakalang dan ikan tuna. Kandungan DHA dan EPA yang merupakan asam lemak esensial bisa lebih tinggi pada ikan laut karena terkait kondisi suhu air laut dalam sehingga temperatur fisiologis ikan-ikan tersebut membutuhkan asam lemak esensial.

Pics: www.koran-sindo.com

Prof Ahmad mengatakan dalam ikan cakalang memiliki kadar kolesterol yang rendah. Protein pada dagingnya pun mudah untuk dicerna. Kemudian pada cakalang juga memiliki kandungan zat gizi cukup tinggi dengan absorbsi yang cukup baik.

Pics: http://img.indonetwork.xyz/

“Pastinya ada beda kandungan ikan air laut dan ikan air tawar. Tapi ada beberapa yang kandungan omega 3 dan 6-nya tinggi, termasuk patin. Kemudian belut dan gabus juga bagus karena mengandung globulin untuk pembentukan antibodi,” kata Prof Ahmad.

Meski demikian, Prof Ahmad menekankan pentingnya memvariasikan konsumsi makanan sehari-hari. Kemudian, pembiasaan sejak dalam kandungan juga begitu penting agar kelak nantinya anak terbiasa mengonsumsi ikan. Mengingat ikan baik untuk pertumbuhan.

Selain memilih ikan, ada juga yang perlu yang diperhatikan sebelum Anda mengonsumsi ikan, yaitu, cara membuat makanan berbahan ikan yang mempunyai kandungan protein tinggi.

Protein adalah salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh, baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun jika tdak dikonsumsi yang tepat dan diolah dengan cara yang baik, bahkan tidak mungkin menjadi hal yang buruk dan mempengaruhi kesehatan Anda.

Pics: bergitapungblogjha-3321.blogspot.com

Protein ini dikenal sebagai zat pembangun yang berperan dalam pertumbuhan sel-sel baru. Perbaikan jaringan tubuh, dan pembentukan hormor, antibodi serta enzim manusia. Di dalam tubuh, protein harus diuraikan dahulu menjadi komponen asam-asam amino yang lebih mudah diserah tubuh.

Pencernaan protein juga diketahui lebih lama dibandingkan pati, karena protein mengandung lemak yang lebih banyak dibandingkan pati.”Makanan itu semakin tinggi proteinnya makan semakin tinggi juga kandungan lemaknya. Jadi kalau diolahnya dengan cara digoreng, itu akan menambah jumlah lemaknya,” ujar Andang Widhawari Gunawan, seorang ahli terapi nutrisi, saat ditemui detikHealth saat ditemui di kediamannya yang berada di Lebak Bulus, Jakarta pada Jumat (27/12/2013).

Pics: http://sajiannusantara.com/

Menurut Andang lanjutnya, jika digoreng dan jumah lemaknya bertambah, pada akhirnya tubuh akan kesulitan untuk melakukan proses pencernaan protein itu sendiri. Apalagi asam amino yang banyak terdapat dalam protein hewan juga diketahui mudah rusak dalam proses pemanasan.

Jadi lebih baik janganlah di goreng, kalau tidak digoreng saja daging sudah berlemak apalagi jika Anda makan daging yang digoreng.

Protein memang vital, tetapi konsumsi daging berlebihan hanya berdampak pada kelebihan lemak. Sebaik apapun kualitasnya, protein hewani selalu mengandung sejumlah lemak. Sementara itu, asam amino pada protein memang tidak selengkap protein hewani, tetapi kadar lemaknya lebih rendah. Untuk melengkapi asam-asam amino dari sumber protein nabati, beberapa jenis protein nabati yang berlainan bisa dikonsumsi sekaligus atau dalam sehari.

Semoga info ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga Anda.

Source: detik.com

facebooktwittergoogle_plus

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus