Translate »

Lipstik Yang Dahulu Ditentang Dan Kini Dibutuhkan

Pics: http://4.bp.blogspot.com

Melihat wanita mengenakan lipstik pada zaman sekarang bukanlah sesuatu yang aneh atau tabu. Sebaliknya, lipstik merupakan salah satu produk kosmetik yang wajib dimiliki oleh wanita. Sebagai penunjang penampilan saat bekerja, acara formal ataupun non formal, dan sebagainya. Namun, ratusan tahun yang lalu, kondisi yang terjadi sama sekali berbeda dan cenderung tidak masuk akal.

Pics: https://youtalkway2much.files.wordpress.com

Pada tahun 1770, lipstik merupakan salah satu benda yang dianggap masyarakat luas sebagai benda yang tidak pantas untuk dikenakan. Bahkan, ada aturan tegas yang menyatakan bahwa wanita yang mengenakan lipstik akan dijatuhi hukuman berat.

Selain itu, perona bibir ini dikenal sebagai benda klenik yang mengandung unsur sihir mematikan. Lalu, wanita yang terlihat memulaskan dan mengenakan lipstik pada bibir mereka, dianggap sebagai wanita bayaran, wanita nakal, dan penggoda. Benar-benar tidak adil. Pasalnya, pada era tersebut, lipstik hanya diizinkan untuk kebutuhan seni, seperti pertunjukan teater. Kemudian, lipstik juga dimanfaatkan sebagai “label” untuk membedakan wanita terhormat dan wanita tuna susila. Kondisi naas ini, baru mengalami perubahan ketika zaman memasuki abad ke-20. Pada masa ini, lipstik sudah dianggap sebagai kosmetika yang tidak membahayakan, bahkan dipandang sebagai ikon kecantikan.

Pics: http://www.1st-art-gallery.com

Tren tersebut bermula semenjak seorang aktris asal Perancis, Sarah Bernhardt, berani menggebrak aturan dan mulai memperkenalkan lipstik sebagai hak pribadi wanita. Bernhardt dengan berani dan percaya diri mengenakan lipstik warna merah dalam aktivitas sehari-hari. Nah, penentangan Bernhardt tersebut ternyata didukung oleh para wanita yang sudah muak sebagai kaum minoritas dan dilarang untuk bersuara dalam hal apa pun.

Pics: http://ommorphiabeautybar.com

Lalu, waktu pun bergulir, popularitas lipstik semakin meningkat ketika pada tahun 1921, Elizabeth Arden, yang sekarang tersohor sebagai brand kosmetika mengajukan protes dengan menggenakan lipstic bewarna merah menyala. Arden menyatakan bahwa semua wanita di dunia ini memiliki hak dan kebutuhan untuk tampil cantik.

Kisah selanjutnya berlanjut pada era perang dunia kedua, di mana lipstik bewarna merah menajdi alat rias penting para pekerja wanita. Pada masa ini, lipstik rona merah dikenal dengan sebutan Fighting Red, atau Petarung Merah. Seorang kolonel asal Inggris, Mervin Willett Gonin, mendokumentasikan efek dari lipstik merah saat diberikan pada wanita penghuni kamp pengungsian Nazi.

Pics: http://www.katelynsaid.com

Hingga saat ini, penggunaan lipstik adalah hal wajib dan menjadi barang yang harus dimiliki bagi kaum hawa baik untuk acara formal maupun non formal.

Sumber: Berbagai sumber

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"


200-125 200-125 exam 200-125 pdf 200-125 200-125 exam 200-125 pdf IY0-120 EX0-118 HP5-K03D HP0-J64 ACA001 QAW1301 GB0-363 HP0-661 000-M72 080-888 A2090-733 E20-465 1Z1-510 MOS-EXP2002 ST0-093 P_SD_64 HP2-N49 HP0-P14 1Z0-414 HP0-P22 JN0-140 000-M230 C2140-637 TM12 LOT-440 P6040-018 HP2-B96 000-899 HP2-E30 EE0-071 C2170-009 VCS-271 RF0-001 1T6-222 A00-280 CBAP JK0-015 HP0-262 CTS-I HP2-E57 HP2-056 E20-001 HP2-H11 642-582 050-ENVCSE01 C_TCRM20_72 1Z1-854 ZJN0-360 650-312 CGEIT ST0-141 646-206 HP2-H30 1Z0-212 FC0-U51 1Z0-223 VCP310-UP-VCP410 251-521 C_HANATEC141 ACSO-L2-REVGEN-02 1Y0-456 ISEB-ITILF 000-170 CAT-200 920-440