Translate »

Maaf.., Tapi Messi Bukanlah Maradona

Posturnya sama. Berambut lurus coklat. Berkulit putih. No 10 menjadi ciri khas keduanya. Gaya main keduanya pun nyaris sama. Dribbel khas, Passing dan Finishing. Hidup di 2 zaman yang nyaris berbeda, tak membuat perbandingan untuk keduanya luntur. Sama – sama lahir dari Argentina. Bermain dan menjadi Icon untuk tim masing – masing, Napoli dan Barcelona. Keduanya serupa, nyaris tanpa beda. Namun mereka bukanlah satu. Jika anda tetap membuat perbandingan untuk mereka. Maka perdebatan ini tak akan pernah berakhir. Setidaknya, hingga yang lebih muda berhasil memenangkan Piala Dunia. Tapi hingga saat itu tiba, maaf, tapi Messi memang bukan Maradona.

pic : cdn.images.express.co.uk – Lionel Andrés “Leo” Messi

Di perempat final Piala Dunia 2014, orang banyak berpendapat jika Lionel Messi akan menyamai pencapaian Maradona. Pemain terbesar yang dapat melakukan banyak hal selama 90 menit dari mencetak gol luar biasa hingga memenangkan dua kali Piala Dunia. Setelah menonton Maradona berkali – kali untuk Napoli, harus diakui hampir tidak ada siapa pun yang pernah menjadi lebih baik daripada pria kecil dari Lanus itu. Itu jika anda tidak pernah tau bahwa Spanyol memiliki BBVA.. Bukti televisi tidak pernah meragukan Messi memiliki keterampilan magis juga.

pic : www.goolll.com – Diego Armando Maradona Franco

Namun, pada subjek ini, percayalah, hingga Messi turun ke liga dengan level lebih rendah dan bermain untuk tim kecil, katakalah Espanyol, seperti yang Diego lakukan dengan Napoli – klub satu poin dari zona degradasi sebelum ia bergabung, maka ia tidak pernah dapat dinilai sama dalam keseluruhan sosial atau sepakbola sebagai seorang Diego.

pic : www.panamericanworld.com – Ronaldo Luís Nazário de Lima

Kriteria lain pernah diungkapkan dua legenda dunia, di Brasil, Ronaldo dan Perancis, Michel Platini mengatakan. “Messi akan selalu menjadi besar dengan atau tanpa memenangkan Piala Dunia,” legenda Perancis membela. “Namun, Piala Dunia adalah sesuatu yang istimewa, dan akan selalu begitu.” Dalam nada yang sama Ronaldo mengaku: “Messi Fantastis !! Tetapi hanya akan menjadi legenda seperti Zidane dan Maradona jika ia memenangkan Piala Dunia.”

pic : awaycolours.files.wordpress.com – Michel François Platini

Tentu saja beberapa berpikir Messi tidak perlu mendominasi turnamen apapun karena ia telah terbukti pada banyak kesempatan di Liga Champions bahwa ia dapat mengatasi yang terbaik yang dunia dapat tawarkan. Namun, untuk apa yang ia telah capai dalam tahun – tahun sebelumnya di tingkat klub, tetap terasa hambar tanpa prestasi untuk negaranya.

pic : www.mundoxeneize.com.ar – Juan Román Riquelme

Pemain berusia 27 tahun itu pun smpat berujar, “Perbandingan dengan Maradona merupakan pujian yang sangat bagus, tetapi saya belum dapat menerimanya . Dia melakukan begitu banyak untuk tim nasional dan saya tidak berpikir setiap pemain dapat dianggap besar sampai mereka telah memenangkan Piala Dunia. Saya berharap bahwa saya bisa melakukan itu, tapi sampai saat itu saya tidak berbicara jika saya adalah yang terbaik “.

pic : upload.wikimedia.org – Hendrik Johannes Cruijff OON

Salah satu alasan utama Diego masih disembah adalah bahwa ia memenangkan trofi dengan hatinya.. Ketika ia mengangkat Piala dan menciumnya, pujian di stadion seperti datang dari seluruh planet. Ini akan sangat sulit bagi Messi untuk mendapatkan atau bahkan  mendekati tingkat penghormatan itu. Bukan untuk mengatakan bahwa Messi tidak mencintai negeri ibunya sebanyak Il Pibe, tetapi.. Entahlah, keberhasilan Diego saat memberi Piala Dunia untuk Argentina tampak lebih dan akan selalu tampak lebih spesial dari siapapun. Sebagaimana pernah dicatat penulis Argentina, Martin Caparros mengingatkan kita: “Maradona memiliki keuntungan besar bahwa ia tidak harus menjadi seperti orang lain, dan Messi harus menjadi seperti Maradona sepanjang waktu.”

pic : img.rasset.ie – Hernán Jorge Crespo

Tentu saja statistik tidak bisa menceritakan seluruh kisah. Diego dicontohkan untuk berhasil dan tidak peduli hambatan, mencapai sesuatu, dan itulah sebabnya ia masih dihormati oleh beberapa generasi hingga saat ini. “Maradona selalu mengambil alih tim,” kata mantan manajer Argentina, Cesar Luis Menotti. “Diego alami mengambil tanggung jawab. Sebaliknya Messi memainkan bagian, yang meskipun penting, seperti sebuah orkestra yang bagi Barcelona. Hanya, tidak memberi kesan berbeda. Messi halus. sangat halus. Maradona sebaliknya. Ia siap pasang badan saat bertempur, karen sadar siapa dirinya. Sedang Messi, meski dengan bakat yang tak berbeda, cenderung membiarkan dirinya dilindungi oleh yang lainnya. “

pic : e2.365dm.com – Esteban Matías Cambiasso Deleau

Kesimpulannya, mungkin bisa kita katakan, kita tidak menyangkal Messi adalah pemain yang luar biasa dan seperti Maradona. Ia diberkati saat lahir untuk menjadi salah satu yang terbesar, tetapi harus diperhitungkan bahwa sampai saat ini, Messi belum menghadapi pembunuh seperti Beppe Bergomi, Franco Baresi, Pietro Vierchowod atau musuh Diego sendiri dari Spanyol, ‘Jagal dari Bilbao’ Andoni Goikoetxea. Saat ini, juga sudah tidak ada Platini yang stylish ataupun Zoff yang gagah.

pic : 40.media.tumblr.com – Rui Manuel César Costa dan Luís Filipe Madeira Caeiro Figo

Di Piala Dunia, turnamen puncak sepak bola, hanya mereka yang telah memenangkan sajalah yang dapat dianggap yang terbaik, bahkan jika pengecualian kita berikan untuk Johan Cruyff dan Alfredo Di Stefano. Era Messi dan Ronaldo. CR7 sedikit beruntung mungkin karena meski hanya memenangkan 4 FIFA Ballon d’Or, tidak ada pendahulunya yang terlahir dengan nasib dan bakat sepertinya. Maaf untuk Eusbio, Luis Figo, Pauleta dan Rui Costa sebelumnya, namun itu kenyataannya.

pic : staticmd1.lavozdelinterior.com.ar – Pablo César Aimar Giordano

Sedangkan Messi ??! Bakat itu berkat dari Tuhan. Namun tidak semua kasus bisa dianggap sebagai hal positif. Messi sendiri contohnya. Jika boleh jujur, mungkin dengan perdebatan halus yang belum berakhir tentang hal ini, Messi selalu berharap untuk tidak dituntut dan dihakimi agar serupa dengan Maradona. Argentina punya Carlos Tevez, Kun Aguero, Higuain, dan kini Paolo Dybala. Sebelumnya ada Juan Sebastian Veron, Juan Riquelme, Pablo Aimar, Hernan Crespo, Gabriel Batistuta, Esteban Cambiasso, Heinze, dan Javier Zanetti. Atau Omar Sivori, Ariel Ortega, bahkan Mario Kempes. Namun hanya Messi yang menjadi tolak ukur untuk seorang Maradona.

Sekian ulasan mengenai Lionel Messi nyaaa.. Tunggu ulasan menarik yang lainnya ya, semoga bermanfaat..

Source: Dari Berbagai Sumber

facebooktwittergoogle_plus
Tagged with:     ,

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus