Translate »

Mengapa Paulo Dybala Harus Memakai No.10 Juventus ?!

Paulo Bruno Exequiel Dybala. Bocah yang genap berusia 22 tahun pada tanggal 15 November ini mulai menunjukan bakat aslinya. Tidak ada yang salah dengan perkembangan permainan pemain seharga 32 Juta Euro yang dibeli Juventus dari Palermo pada musim panas ini. Namun, banyak pengamat sepakbola yang menilai bahwa pemain kelahiran Laguna Larga, Cordoba, Argentina ini sudah layak untuk mengenakan nomor spesial Juventus. Berikut, GoSocio mencoba mengulas opini mengenai kelayakan pemain berjuluk La Joya ini !!

pic : www.juventus.com

Sejak penampilan impresif yang dia tampilkan di musim lalu, atau di musim ketiga sekaligus musim terakhirnya di Palermo, banyak klub besar Eropa yang menyadari potensi besar dalam diri Paulo. Tak kurang dari Manchester United, Chelsea, AS Roma, Inter Milan, bahkan Barcelona menunjukan ketertarikan kepada bocah yang mengawali karir profesionalnya di klub lokal Argetina, Instituto de Corboda. Namun Juventus yang berhasil memenangkan hati bocah Argentina ini.

pic : 41.media.tumblr.com

Setelah Derby Della Mole di Babak 16 besar Coppa Italia 2015/ 2016, perdebatan mengenai bakat besar Dybala semakin banyak. Turun sebagai pemain pengganti, Dybala sukses menorehkan 1 gol cantik sekaligus menjadi gol ke 3 Juve untuk pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 4 – 0 untuk tim tuan rumah.

pic : grup14.com

Paul Pogba boleh mulai menjadi poros baru permainan lini tengah Juventus. Namun pemain yang disia – sia kan Manchester United itu belum bisa bermain secara konstan dengan level sempurna. Di saat Juventus sedikit kebingungan di awal musim 2015/ 2016 ini, setelah kehilangan 3 pemain kunci mereka, Pogba mendapat tanggung jawab mengenakan nomor 10, nomor yang selalu menjadi nomor pemain spesial di Juventus. Tidak buruk. Namun, para Juventini boleh menuntut lebih darinya karena nomor 10 Juve sebelumnya selalu mampu menampilkan hal – hal besar di saat yang tepat. Itulah yang belum bisa selalu kita lihat dari Pogba.

pic : s.yimg.com

Justru Dybala lah yang mampu merespon dengan tepat. Pemain bertinggi 177 cm ini melakukan apa yang diharapkan dari seorang bernomor punggung 10 di Juve. Piala Super Italia 2015/ 2016, yang dihelat di National Shanghai Stadium, Shanghai, China, mengahadapi Lazio, adalah bukti awal kelayakan Dybala dihargai mahal, bahkan memakai no. 10. Masuk menggantikan Kingsley Koman, Dybala sukses mencetak gol kedua Juve di menit ke – 73, sekaligus memberi gelar Piala Super Italia ke – 7 untuk Juve atau yang pertama darinya.

pic : www3.pictures.zimbio.com

Pertandingan selanjutnya, persaingan antar pemain depan muda yang dimiliki Juventus membuat Dybala tidak selalu mendapat posisi inti. Namun masih dengan porsi utama. Tampil sebanyak 15 kali di Serie – A, dengan mengemas 8 gol + 3 assist ( hanya berkurang sedikit dari statistiknya musim lalu ), semakin menambah kepercayaan banyak kalangan, bahwa pemain bergaji 350 ribu Euro per pekan saat masih di Palermo ini akan semakin luar biasa. Bahkan Messi pernah mengatakan, “Paulo adalah pemain hebat dengan masa depan yang besar. Kita akan banyak berbicara tentang dia di tahun – tahun yang akan datang.”

pic : www.juventus.com

Dibutuhkan banyak untuk mengesankan Zvonimir Boban. Mantan gelandang AC Milan asal Kroasia yang kini menjadi pengamat sepak bola, khususnya Liga Italia. Ini adalah salah satu alasan mengapa pendapatnya dihargai lebih dari yang lain. “Dia bakat besar, mengatakan dia ditakdirkan untuk hal -hal besar lebih masuk akal. “ “Dia mulai sering mencetak gol indah”, lanjut Zvonimir.

pic : i.dailymail.co.uk

Omar Sivori atau Carloz Tevez ?! Entah siapa yang lebih cocok untuk dijadikan acuan dalam menilai Dybala. Mereka contoh Argentina yang sukses bersama Juve. Dybala jelas bukan provakator macam Zlatan Ibrahimovic. Atau pemain nyentrik macam Ravanelli. Gaya main dan posisinya berbeda dengan pemakai nomor 21 yang sebelumnya, Zinedine Zidane dan Adrea Pirlo. Ditimbang dari permainan pemain nomor 10 Juve pun, Dybala belum sampai ke level Roberto Baggio. Apalagi Platini.

pic : gazzettaworld.gazzetta.it

Posturnya yang tidak tinggi jelas kurang mumpuni sebagai Goal Getter macam Trezeguet atau John Hansen. Ia lebih tampak seperti Di Livio dari kejauhan. Lebih tampan dari Edgar Davids. Kaos kaki pendeknya mengingatkan kita kepada Didier Dechamps. Dribbelnya sedikit mirip Camoranesi, mungkin karena sesama Argentina. Ia mulai sering melakukan tembakan dari jauh layaknya Pavel Nedved. Berkarakter seperti Paolo Rossi, namun pemain yang mengenakan nomor 9 di Palermo ini memiliki sentuhan khas a la Del Piero.

pic : www.aktualpost.com

Sadar punya bakat besar yang mulai menjadi sorotan, tidak membuat pemain yang mulai bermain sepak bola dari usia 10 tahun ini besar kepala. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri tau pasti cara melindungi dan mengembangkan potensi pemain muda, layaknya yang dia lakukan pada Alvaro Morata musim lalu. Itu juga yang Ia terapkan kepada pemain dengan harga transfer termahal ke – 4 dalam sejarah klub. Tak memberikan jaminan posisi inti di tim, rotasi, serta mungkin menyimpan nomor 10 Juventus, hingga waktu yang lebih tepat.

pic : gazzettaworld.gazzetta.it

“IncreDybala” halaman depan media Italia mencoba menggambarkan Dybala. Dia mungkin bukan Messi, sebuah Neymar ataupun Cristiano Ronaldo. Tapi mantan penyerang Juventus, Gianluca Vialli pernah berkomentar untuknya,“Saat pertama bertemu dengannya, saya hanya melihat cahaya kemenangan dari seorang calon juara besar dari matanya.”

Sekian ulasan mengenai Paulo Dybala. Nantikan ulasan mengenai pemain berbakat yang lainnyaa ya..

Source: Dari Berbagai Sumber

facebooktwittergoogle_plus

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus