Translate »

Nasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia Penuh Filosofi

Pics: http://www.javakitchencatering.com/

Bagi orang Indonesia, nasi tumpeng selalu disajikan disaat ada acara-acara yang penuh khitmat misalnya dalam acara perayaan selamatan dan syukuran, khususnya di Jawa. Entah kenapa, bila tidak membuat nasi tumpeng dalam acara tersebut, acara itu akan terasa kurang.

Pics: http://www.klikhotel.com/

Namun apakah Anda tahu ternyata selain uniknya makananan ini ditambah lezatnya lauk-lauk yang disajikan ternyata nasi tumpeng memiliki sebuah makna filosofis yang begitu indah.

Menurut Dr Ari Prasetiyo, S.S., M.Si dilaporkan oleh KompasTravel, “Dalam Kitab Tantupanggelaran (kitab dari zaman Majapahit) diceritakan saat Pulau Jawa Berguncang, Batara Guru dalam konsep Hindu memerintahkan membawa puncak Mahameru India untuk menstabilkan Pulau Jawa dan Jadilah Gunung Semeru di Jawa Timur. Puncak tertinggi itulah yang dipercaya merupakan letak dari para dewa. Manusia memahami konsep Ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak. Nasi tumpeng adalah representasi dari puncak gunung atau konsep ketuhanan”.

Pics: news.liputan6.com

Bentuknya yang mengkerucut keatas dan menjulang tinggi adalah bentuk dari ketuhanan sebagaimana manusia berharap kepada Tuhan yang berada di atas, di tempat yang tinggi.

Tapi bukan hanya nasinya saja yang memiliki filosofi. Isian dari nasi tumpeng juga memiliki sebuah arti. Menurut Dr Ari lagi, isian tumpeng diletakkan horizontal adalah lambang hubungan manusia dengan sesamanya. Keragaman lauk pauk adalah lambang kehidupan dunia yang kompleks dan juga beragam pula suku dan adat budaya Indonesia.

“Dalam konsep Jawa dikenal ungkapan ‘sangkan paraning dumadi’ (tahu dari mana dan akan kemana segala makhluk), ‘mulih ing mulanira’ (kembali ke asalanya). Agar kembali ke Tuhan atau kaitannya dengan konsep surga dan neraka, manusia harus berbuat baik dan berhati-hati dalam hidup di dunia yang penuh karut marut seperti lambang dari lauk pauk nasi tumpeng,” kata Dr Ari yang mengajar Sastra Jawa di Universitas Indonesia.

Bagi Anda yang mungkin belum pernah mengetahui arti filosofis dari nasi tumpeng ini, semoga informasinya bermanfaat.

Source: Kompas.com

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"


200-125 200-125 exam 200-125 pdf 200-125 200-125 exam 200-125 pdf IY0-120 EX0-118 HP5-K03D HP0-J64 ACA001 QAW1301 GB0-363 HP0-661 000-M72 080-888 A2090-733 E20-465 1Z1-510 MOS-EXP2002 ST0-093 P_SD_64 HP2-N49 HP0-P14 1Z0-414 HP0-P22 JN0-140 000-M230 C2140-637 TM12 LOT-440 P6040-018 HP2-B96 000-899 HP2-E30 EE0-071 C2170-009 VCS-271 RF0-001 1T6-222 A00-280 CBAP JK0-015 HP0-262 CTS-I HP2-E57 HP2-056 E20-001 HP2-H11 642-582 050-ENVCSE01 C_TCRM20_72 1Z1-854 ZJN0-360 650-312 CGEIT ST0-141 646-206 HP2-H30 1Z0-212 FC0-U51 1Z0-223 VCP310-UP-VCP410 251-521 C_HANATEC141 ACSO-L2-REVGEN-02 1Y0-456 ISEB-ITILF 000-170 CAT-200 920-440