Translate »

Nian, Cerita Legenda Menyambut Hari Raya Imlek

Imlek sebentar lagi, kali ini GoSocio mau memberikan info berupa cerita legenda yang konon dipercaya menjadi salah satu mitos dalam menyambut hari raya Imlek. Lampion, warna merah, barongsai, petasan, dan beberapa atribut yang berkaitan dengan Imlek, konon katanya, berdasarkan berawal dari kisah ini. daripada berlama – lama, yuk mari kisah mulai mengenal Nian, kisah legenda dalam menyambut Imlek..

Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai Nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Makhluk Nian selalu  muncul pada hari pertama Tahun Baru dan tujuan kedatangan Nian adalah memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian dan bahkan penduduk, terutama anak-anak. Makhluk ini sangat mengerikan. Di kepalanya ada lima tanduk tajam. Sepasang matanya menyorot tajam. Gigi dan kukunya juga tajam. Dan tinggal di dasar lautan yang sangat dalam dan dingin. Makhluk ini sangat kuat. Kalau dia berjalan, bukit-bukit dan rumah-rumah roboh diinjaknya. Lebih gawat lagi, dia suka menangkap dan memakan manusia ! Orang-orang desa memperhatikan bahwa makhluk itu hanya muncul setahun sekali. Dia datang pada malam tahun baru dan menghilang tepat pada tengah malam.

Pics: marshmallow92.files.wordpress.com

 Pada suatu Malam Tahun Baru Imlek, warga desa bunga Persik, sudah mulai mengungsi, membawa seluruh anggota keluar ke daerah yang aman. Datanglah seorang Pria tua yang berasal dari desa lain untuk mengemis makanan. Berkumis putih dan panjang serta membawa kantong di lengannya dan tongkat di tangannya. Warga-warga pada desa tersebut sangat sibuk menyiapkan diri untuk melakukan pengungsian. Ada yang tengah menutup pintu dan jendela, membungkus bekal makanan dan pakaian serta ada yang sedang mengurusi binatang – binatang peliharaannya. Suasana panik dan takut sangat terasa pada saat itu. Tidak ada orang yang menghiraukan kedatangan pengemis yang lanjut usia (lansia) tersebut.

Pics : 3.bp.blogspot.com

Di bagian barat desa tersebut, terdapat seorang Wanita yang juga sudah berlanjut usia memberikan sedikit makanan kepada pria tua tersebut dan menasehatkannya untuk ikut mengungsi ke tempat yang aman. Pria pengemis tersebut senyum dan mengatakan kepada Wanita tersebut, jika anda mengijinkan saya untuk tinggal di rumahmu malam ini, saya akan mengusir Raksasa Nian dari desa ini. Tetapi Wanita tersebut tetap tidak percaya dan terus menasehatkannya untuk ikut mengungsi. Pria pengemis tersebut hanya tertawa tapi tidak mengatakan satu katapun. Karena waktu sudah tidak mengijinkannya lagi untuk berbicara banyak sehingga wanita tersebut meninggalkan Pria pengemis yang lanjut usia tersebut di rumahnya dan pergi mengungsi sendiri.

Pics : www.arumjeram-puncak.web.id

Tengah malam, Raksasa Nian benar-benar datang ke desa tersebut dan merasakan suasana yang berbeda pada tahun sebelumnya. Rumah Wanita lansia tersebut yang berada di bagian barat desa Tao Hua tertempel kertas Merah yang sangat besar di samping pintunya dan dalam rumahnya terang benderang. Tubuh Raksasa Nian bergetar dan menjerit dengan suara yang keras sekali. Raksasa Nian melotot rumah tersebut dengan penuh kemarahan kemudian lari menuju ke rumah tersebut. Saat hampir mendekati rumah, terdengar suara “ping ping piang piang” seperti ada sesuatu yang meledak yang berasal dari halaman rumah Wanita lansia tersebut. Raksasa Nian gemetaran dan tidak lagi berani untuk mendekati rumah tersebut. Rupanya, Raksasa Nian sangat takut akan warna Merah, cahaya api dan suara ledakan. Saat itu, Raksasa Nian yang berada di depan pintu rumah melihat seorang Pria Tua yang berjubah merah sedang tertawa. Raksasa Nian sangat takut dan panik sehinggan dengan gerakan yang sangat cepat menghindari rumah tersebut dan melarikan diri dari desa tersebut.

Pics : cdn.klimg.com

Keesokan harinya, tepatnya hari pertama Tahun Baru Imlek, warga desa tersebut kembali dari pengungsiannya. Mereka sangat heran melihat desa tersebut aman dan tidak terjadi apa-apa. Tiba-tiba Wanita lansia yang pernah memberikan makanan kepada pria pengemis tersebut menyadarinya dan segera menceritakan apa yang pernah terjadi pada dirinya mengenai janji pria pengemis tua tersebut. Warga desa tersebut segera menuju ke rumah wanita itu dan yang terlihat adalah Kertas Merah yang tertempel di pintu, di halaman rumah masih terdapat bambu yang belum habis terbakar dengan mengeluarkan bunyi “pa..pa…pa…”  seperti suara ledakan, di dalam rumah masih terdapat lilin merah yang masih menyala. Melihat kondisi ini, Warga-warga Desa tersebut sangat senang dan ramai-ramai merayakan kedatangan Tahun Baru Imlek yang penuh harapan ini. Semuanya mengenakan pakaian baru, berkunjung ke rumah-rumah saudara dan teman untuk mengucapkan selamat. Berita tentang peristiwa ini sangat cepat beredar ke desa dan kampung-kampung sekitarnya, semua orang telah mengetahui cara untuk mengusir Raksasan Nian yang menakutkan itu. Sejak itu, setiap tahun baru orang-orang Cina menghiasi rumah mereka dengan lampion dan kain merah. Mereka juga merayakan Tahun Baru dengan tarian Barongsai dan petasan pada malam Tahun Baru Imlek.

Sekian dulu pembahasan mengenai Legenda Nian, yang dipercaya merupakan asal muasal perayaan tahun baru Imlek. Semoga bermanfaat ya untuk menambah pengetahuan. Nantikan ulasan menarik yang lainnya, GBU..

Source: Dari Berbagai Sumber

facebooktwittergoogle_plus
Tagged with:     , , , , , , ,

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus