Translate »

Review Film Spectre (2015)

MV5BMjM2Nzg4MzkwOF5BMl5BanBnXkFtZTgwNzA0OTE3NjE@._V1__SX1222_SY605_

Setelah menonton film ini, saya keluar bioskop dengan persaan yang campur aduk. Saya telah lama tidak merasakan perasaan ini saat menonton film. Saya benar – benar ingin mencintai film ini, tetapi ada sedikit kejelekan yang sungguh menghancurkan poin – poin penting pada film James Bond terakhir yang akan diperankan oleh Daniel Craig ini. Saya merasa film Spectre ini adalah gabungan dari tiga film Bond yang diperankan oleh Daniel Craig sebelumnya. Ketegangan dari Casino Royale (2006) dengan aksi memukau Skyfall (2012). Terdengar menarik kan ? Ini bagus, sampai tiba – tiba masalah yang ada di Quantum of Solace (2008) mulai bermunculan di Spectre.

Adegan pembuka nya benar – benar sempurna. Tanpa men-spoiler apapun, penonton disuguhi sinematik yang luar biasa. Sayang sekali lagu Sam Smith yang menjadi tema film ini dan lagu pembuka tidak cocok untuk film James Bond. Setelah 45 menit, masalah yang mirip seperti Quantu of Solace mulai bermunculan. Plot pembuka yang sungguh berantakan. Alasan di balik ketegangan yang muncul di film terlihat tidak jelas dan hanya membuat tanda tanya. Satu aksi berganti ke aksi lain dengan plot yang lemah. Plot tersebut lama kelamaan terasa sangat dipaksakan .

Perkelahian yang menjadi salah satu ciri khas film Bond sungguh disayangakn di Spectre. Tidak ada pertarungan yang menakjubkan. Balapan mobil di film ini mungkin salah satu balapan paling membosankan yang saya pernah tonton. Ini hanya seperti Bond menyetir mobil mengelilingi kota Roma dengan Aston Martin nya, sementara musuhnya mengikuti dia dengan mobil yang harganya serupa.

Craig masih dalam penampilan terbaik nya sebagai James Bond. Dalam interview terakhirnya, dia mengatakan sungguh bosan memerankan peran ini berulang kali untuk 4 film Bond terakhir. Tetapi perasaan itu tidak dia perlihatkan di dalam film. Dia masih seorang James Bond bermisi untuk menyelamatkan dunia. Sebagai pemeran penjahat, Christop Waltz dan Dave Bautista kurang dimanfaatkan di film ini. Christoph Walt sungguh brilian saat diperkenal kan di dalam film. Tetapi karakter nya tidak berkembang dan tidak jelas.

Monica Belluci (Lucia Sciarra) spektakuler. Dia menciptakan ketegangan seksual yang sungguh cocok dengan karakter Craig. Sayang sekali dia hanya muncul sekitar 5 menit saja. Setelah itu – gadis bond tertua yang pernah muncul sepanjang sejarah film bond – tidak pernah muncul lagi sampai film berakhir. Sebaliknya kita mendapatkan Lea Seydoux sebagai Madeline Swann untuk menemani kita pada sebagian besar film. Dia sebenernya seperti gadis Bond umumnya. Muda dan seksi dengan karakter keras yang membuat Bond jatuh hati. Mereka akan jual mahal awalnya sampai akhirnya jatuh ke pelukan Bond. Sungguh disayangkan chemistry diantara Swann dan Bond tidak dapat muncul seperti Bond dengan Vesper Lynd (gadis Bond di Casino Royale).

Umumnya, inti dari film James Bond adalah untuk membuat ulang film Bond dengan teknologi yang modern tanpa menghilangkan karakter klasik dari Bond tersebut. Bond bukan lah cerita baru. Cerita ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Era Bond yang klasik saat diperankan oleh Sean Connery (pemeran Bond tahun 60-an) dimana atmosfir film dibangun dari dialog, music dan karakter. Sekarang, film Bond hanya sebatas ledakan – ledakan ekstrim dan suara berdengung.

Secara keseluruhan, Spectre cukup menegangkan dan menarik untuk ditonton. Tetapi harus dicatat kalau film ini bukan salah satu film Bond yang penting dan ‘memorable’. Lebih baik dari pada Quantum of Solace (salah satu film Bond terjelek yang pernah dibuat) tetapi tidak sebaik Casino Royale dan Skyfall. Saya berharap film Bond selanjutnya akan kembali ke jalan seperti film Casino Royale.

 

Spectre : 7/10

facebooktwittergoogle_plus
Tagged with:     , , , ,

Related Articles

Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *



facebooktwittergoogle_plus