Translate »

Seni Design Aquascaping (Bagian 2)

Seperti telah disampaikan dalam artikel Bagian 1, pengertian dasar dan jenis-jenis Aquascape sudah dipaparkan secara jelas dan lengkap. Dalam membuat Aquascape dibutuhkan seni, keahlian, pengetahuan dan keterampilan khusus, agar Aquascape yang dibuat berkualitas dan berdaya seni tinggi sehingga dapat memberi kepuasan bagi kita. Jika anda kurang yakin dengan persyaratan tersebut, dapat memakai jasa ahli yang sudah berpengalaman dalam membuat Aquascaping.

Bagi anda yang memiliki minat dan hobi, serta ingin berkreasi sendiri dalam membuat Aquascape, maka berikut petunjuk-petunjuk cara membuat Aquascape yang dapat dilakukan:

Sebelum melakukan pembuatan Aquascape, maka perlu terlebih dahulu disiapkan kebutuhan utama yaitu:

  • Akuarium, ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan
  • Lampu, untuk penerangan yang dapat menambah keindahan aquascaping
  • Filter, untuk memproses agar air senantiasa bersih dan sehat
  • Pasir / Soil, sebagai tempat menanam tumbuhan
  • Pupuk Dasar / Pupuk Cair, untuk menyuburkan tanaman
  • Tanaman, dipilih jenis dan ukurannya sesuai dengan tema yang akan dibuat
  • Ikan Hias, jenis dan jumlah serta ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium
  • CO2, dapat dibuat sendiri
  • Kipas / Chiller, berfungsi untuk menjaga kestabilan temparatur

Banyak pakar berpendapat bahwa CO2 sifatnya opsional, karena tanaman dapat tetap tumbuh tanpa CO2, dan pendapat ini benar adanya. Sama seperti manusia, CO2 merupakan salah satu sumber untuk tumbuh kembang tanaman. Di dalam akuarium jumlah CO2 yang tersedia sangat terbatas, sehingga bila tanaman kekurangan CO2 maka pertumbuhan tanaman akan terganggu, menjadi kerdil, atau bahkan mati.

Berikut adalah ilustrasi contoh pembuatan akuarium Aquascape:

  • Ukuran Aquarium : 55 cm x 35 cm x 35 cm (volume 67 liter)
  • Cahaya: 50 Watt
  • Suhu: 28Ā° C
  • Filter: Filter gantung
  • CO2: Tabung dengan 1.5 bps
  • Fauna: Iriatherina werneri, Boraras maculatusĀ Otocinclus affinis, Red Cherry, dan Crystal Merah
  • Flora : Eleocharis acicular, Lilaeopsis mauritiana, Eleocharis geniculata, repens Juncus, Spiky lumut, lumut Taiwan, lumut dan Hydrocotyle verticillata Flame.
  • Hardscape: Batu + Kayu

Dan cara-cara pembuatan sesuai dengan urutannya sebagai berikut:

 

PERTAMA:

Persiapkan akuarium, gunakan Styrofoam untuk dasar antara akuarium dan meja, dan apabila dirasa perlu seperti jika banyak menggunakan batu-batu lancip dalam jumlah banyak, maka gunakan Styrofoam di dalam akuarium

 

KEDUA:

Taburkan terlebih dahulu pupuk dasar, pumice atau pasir malang. Pupuk dasar siap pakai tersedia dalam berbagai merk, JBL, Danerlee, Sera, Azoo dll. Tambahkan sedikit carbon active atau arang untuk mencegah nutrisi yang berlebihan dan mengurangi wabah algae pada saat pertama kali set-up. Pupuk dasar diperlukan untuk tanaman yang bertumbuh kembang dengan akar, tetapi jika tanaman yang digunakan berupa moss, riccia atau tanaman lain yang tidak ditancapkan maka penggunaan pupuk dasar boleh diabaikan.

Langkah 2

 

KETIGA:

Gunakan pasir malang kasar / atau pumice sebagai pembatas sekaligus tempat tinggal bakteri dan tempat pengakaran, substrate yang terlalu padat akan membuat tanaman tidak dapat berakar dan bernafas yang akhirnya akan menyebabkan pembusukan akar dan kematian tanaman.

Langkah 3

 

KE EMPAT:

Sebagai media paling atas tambahkan pasir ukuran 2-3 mm untuk membantu proses pengakaran tanaman dan memudahkan menanam. Jangan gunakan pasir yang terlalu kasar karena akan susah ditanami, atau pasir yang terlalu tajam akan melukai akar tanaman dan membuatnya busuk. Gunakan pasir yang telah dicuci bersih untuk mengurangi kemungkinan kotornya akuarium dari partikel atau debu.

Langkah 4

 

KE LIMA:

Silakan mulai mengatur hardscape / lay-out dari aquascape anda. Dari berbagai pengalaman yang telah ada, sebuah aquascape harus memiliki unsur batu dan kayu sehingga memberikan kesan yang lebih alami dan dapat menjadi titik fokus dari aquascape. Untuk tanaman disesuaikan dengan hardscape. Batu-batuan yang dipakai jangan disebar di seluruh bagian aquarium, tetapi kombinasikan dan berikan kedalaman maksimal untuk tata letak.

Waspadai ketinggian batu, jika ingin menempatkan batu kecil usahakan agar tidak tertutup oleh tanaman, dan batu batu yang berukuran terlalu besar tidak memberikan efek kedalaman yang diinginkan.

Langkah 5

 

KE ENAM:

Pilihan tanaman harus dilakukan sesuai dengan ukuran dan tata letak/ lay-out. Karena ukuran akuarium tidak besar, maka untuk tata letak ini pilihan tanaman kecil lebih cocok.

Gunakan pinset untuk memudahkan proses penanaman. Bagi tanaman dalam porsi kecil kemudian tancapkan kedalam substrate/ pasir. Pemisahan tanaman pada porsi kecil dan merata akan membuat tanaman lebih cepat menyebar daripada menanamnya dalam jumlah besar pada titik tertentu. Bilamana semua proses penanaman telah selesai, akuarium dapat diisi air secara pelan pelan agar hardscape yang sudah dibentuk tidak berantakan.

Langkah 6

 

HASIL AKHIR :

 

 

 

Source: diolah dari berbagai sumber

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

class="now"